NGAKU UMAT NABI MUHAMMAD SHOLLALLAHU ALAIHI WA SALLAM TETAPI LATAH

 


Oleh : Nur amin Bin Nasar

Bismillahi Washolatu ala Rasulillah....

Ittiba kpd Rasulullah....itu Wajib, Ijma para Ulama pun demimian,Rasulullah Shollallahu alaihi wasallam pun sudh memberi tahu dlm byk Sabda beliau...

Yg mana Umatnyah akan mengikuti jalan atau kebiasaan orang2 kafir...baik dari gaya hidup mereka hingga dari sisi Agama mereka pun akan ditiru dikit demi sedikit..

Bagaimana? Tdk dikatakan LATAH,Acara2 yg bukan dari Islam pun di ikuti tampa diketahui asal usul nyah......Ulang tahun,Valentin Day,Hari Ibu,tahun baru,yg smua itu bukan dari Islam...

Jelas Sudah apa yg telah di sampaiankan Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wasallam menjadi nyata di akhir Jaman ni..

Dari Abu Hurairah, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

لاَ تَقُومُ السَّاعَةُ حَتَّى تَأْخُذَ أُمَّتِى بِأَخْذِ الْقُرُونِ قَبْلَهَا ، شِبْرًا بِشِبْرٍ وَذِرَاعًا بِذِرَاعٍ . فَقِيلَ يَا رَسُولَ اللَّهِ كَفَارِسَ وَالرُّومِ . فَقَالَ وَمَنِ النَّاسُ إِلاَّ أُولَئِكَ

“Kiamat tidak akan terjadi hingga umatku mengikuti jalan generasi sebelumnya sejengkal demi sejengkal, sehasta demi sehasta.” Lalu ada yang menanyakan pada Rasulullah -shallallahu ‘alaihi wa sallam-, “Apakah mereka itu mengikuti seperti Persia dan Romawi?” Beliau menjawab, “Selain mereka, lantas siapa lagi?“ (HR. Bukhari no. 7319)

Dari Abu Sa’id Al Khudri radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

لَتَتَّبِعُنَّ سَنَنَ الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ شِبْرًا بِشِبْرٍ وَذِرَاعًا بِذِرَاعٍ حَتَّى لَوْ دَخَلُوا فِى جُحْرِ ضَبٍّ لاَتَّبَعْتُمُوهُمْ , قُلْنَا يَا رَسُولَ اللَّهِ آلْيَهُودَ وَالنَّصَارَى قَالَ : فَمَنْ

“Sungguh kalian akan mengikuti jalan orang-orang sebelum kalian sejengkal demi sejengkal dan sehasta demi sehasta sampai jika orang-orang yang kalian ikuti itu masuk ke lubang dhob (yang sempit sekalipun, -pen), pasti kalian pun akan mengikutinya.” Kami (para sahabat) berkata, “Wahai Rasulullah, apakah yang diikuti itu adalah Yahudi dan Nashrani?” Beliau menjawab, “Lantas siapa lagi?” (HR. Muslim no. 2669).

Ibnu Taimiyah menjelaskan, tidak diragukan lagi bahwa umat Islam ada yang kelak akan mengikuti jejak Yahudi dan Nashrani dalam sebagian perkara. Lihat Majmu’ Al Fatawa, 27: 286.

Syaikhul Islam menerangkan pula bahwa dalam shalat ketika membaca Al Fatihah kita selalu meminta pada Allah agar diselamatkan dari jalan orang yang dimurkai dan sesat yaitu jalannya Yahudi dan Nashrani. Dan sebagian umat Islam ada yang sudah terjerumus mengikuti jejak kedua golongan tersebut. Lihat Majmu’ (Al Fatawa, 1: 65.)

Barakallahu fikum

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sholat itu Harus dapat Mencegah Dua Perbuatan

Bergembiralah,Jika engkau ditakdirkan Hidup Miskin,Maka Bersabarlah Menjalaninya

Ciri Khas Ahlussunah Sunnah